KATEGORI PRODUK
klik gambar dibawah untuk melihat rincian produk dalam kategori













Komponen Dalam Desain Lansekap

Komponen Dalam Desain Lansekap

 Komponen Dalam Desain Lanskap

Dalam desain lansekap ada 2 aspek yang dipertimbangkan yaitu fungsi dan estetika. Fungsi memberikan penekanan pada pemanfaatan dari benda atau elemen yang dirancang. Estetika ditekankan pada usaha menghasilkan suatu keindahan visual.

Unsur-unsur keindahan visual diperoleh melalui :

  • Garis
  • Bentuk
  • Tekstur
  • Warna

Garis

Garis adalah kumpulan beribu-ribu titik yang berhimpitan sehingga membentuk suatu coretan.

Tipe garis :

  • Garis vertikal
  • Garis horizontal
  • Garis Diagonal
  • Garis Lengkung

Masing-masing tipe garis mempuyai sifat, karakter, dan kesan yang berbeda.

Garis Vertikal

Bentuk-bentuk : tiang, pohon pinang, kelapa, cerobong asap, benda-benda yang meninggi

Kesan utama :

  • Memberikan aksentuasi pada ketinggian
  • Tegak dan gagah
  • Kaku, formal, tegas dan serius

Garis Horisontal

Kesan :

  • Bertambah lebar
  • Santai
  • Rileks
  • Tenang

Garis diagonal

Karakter :

  • Dinamis
  • Bergegas (tdk tenang)
  • Mendekatkan jarak dan sensasional

Garis Lengkung

Karakter :

  • Dinamis
  • Riang
  • Lembut
  • Memberi pengaruh gembira

Bidang

Jenis-jenis :

  • Segi empat
  • Segi tiga
  • Bulat
  • Trapesium
  • Bentuk bebas

Dilihat dari bentuknya : bidang yang padat (masif) dan bidang transparan

Tekstur : halus, sedang, kasar, sangat kasar.

Fungsi bidang : sebagai pembentuk ruangan

Bidang alas / dasar : tanah, lantai

Bidang pembatas / dinding : pasangan bata, punggung bukit, susunan pohon, semak

Bidang atap : atap, pergola, tajuk pohon.

Peranan Pembatas

  • Sebagai pemberi arah dan suasana
  • Sebagai penerang
  • Sebagai pengontrol
  • Sebagai penutup efektif

Bentuk pemagaran dan penutupan

  • Dinding
  • Pagar
  • Bentukan tanah

Ruang

Ruang adalah suatu kerangka atau wadah di mana objek dan kejadian tertentu berada.

Pembatas Ruang :

  • Lantai
  • Dinding
  • Atap

Batasan Ruang :

  • Tinggi di atas mata, sebagai perlindungan
  • Tinggi sebatas dada, untuk membentuk ruang paling terasa
  • Tinggi sebatas pinggang, pengatur lalulintas, pengatur sirkulasi.
  • Tinggi sebatas lutut, sebagai pola pengarah
  • Tinggi sebatas telapak kaki, sebagai penutup tanah

Secara garis besar dalam desain lansekap ada beberapa tahapan antara lain :

  1. Penetapan Tujuan, Sasaran dan Gagasan awal dari rancangan lansekap yang hendak dicapai. Gagasan dari segi fungsi, bentuk, estetika dan teknologi.
  2. Survei dan pengamatan karakteristik tapak, penilaian keinginan internal-eksternal, studi banding, pengamatan lingkungan dan program kegiatan tapak.
  3. Penelaahan konsep ruang luar, baik secara makro maupun mikro (spatial) dan konsep utilitas serta konsep pendukung lainnya.
  4. Melakukan analisis tapak (mengkosolidasikan antara kebutuhan dan hasil pengamatan karakteristik tapak) menuju program rencana skematik.
  5. Aplikasi konsep ke dalam bentuk 3 dimensi dengan berbagai pertimbangan, yakni Komponen Desain.
  6. Pembuatan gambar pelaksanaan kerja, sketsa, maket presentasi, dokumen lelang dan dokumen pelaksanaan.

Komponen Dalam Desain Lanskap

sumber : https://www.ilmutekniksipil.com/landscape/komponen-dalam-desain-lansekap

Proses Perancangan Lanskap Jalan

Proses Perancangan Lanskap Jalan
 Proses Perancangan Lanskap Jalan

Ada beberapa tahapan dalam perancangan lanskap jalan yang harus dilakukan antara lain permasalahan, pendekatan perencanaan, inventarisasi, analisis, konsep, rancangan awal, rancangan rinci.

PERMASALAHAN

Kebisingan mengganggu masyarakat di sekitar jalan. Sumber kebisingan adalah kendaraan yang lewat. Bagaimana membuat struktur bangunan yang dapat mengurangi kebisingan tapi juga estetis atau kenampakan visualnya bagus dan ramah lingkungan.

PENDEKATAN PERENCANAAN

Diperlukan beberapa ahli yang multi disipliner: Arsitek Perencana, Arsitek Lansekap, Ahli Jalan Raya, Ahli Akustik, Ahli Struktur Bangunan.

INVENTARISASI

Arsitek Perencana : menginventarisasi komunitas setempat, jenis bangunan, dll

Arsitek Lansekap : menginventarisasi potensi visual lansekap, karakteristik bentuk tapak, dll

Ahli Jalan Raya : menginventarisasi sistem transportasi stempat, volume lalulintas, klasifikasi kendaraan, dll

Ahli struktur bangunan : mengidentifikasi daya dukung tanahnya

ANALISIS

Arsitek Perencana : analisis kontinuitas rancangan, persyaratan dan kriteria rancangan

Arsitek lansekap : analisis kebutuhan estetika lingkungan, kebutuhan fungsi ruang.

Ahli JR : analsis keselamatan dan standarisasi kelayakan

Ahli TA : analisis suara kebisingan

KONSEP

AP : konsep bentuk, visual, hubungan kegiatan

AL : konsep penataan ruang, lingkungan dan visual aspek

AJR : konsep jaringan jalan sekitarnya

ATA: teori pengurangan kebisingan, prinsip-prinsip aplikasi

RANCANGAN AWAL

AP : rancangan tampak, persyaratan material

AL : rancangan bentuk, penggunaan material alamiah

AJR : keselamatan dan kemudahan pemeliharaan

ATA : menentukan dimensi material untuk mengurangi kebisingan

AS : memberikan disain strukturnya

RANCANGAN RINCI

AP : rancangan rinci bentuk elemen, tekstur dan warna

AL : rancangan rinci pembentukan muka tanah, tata hijau tanaman

AJR : rancangan saluran air, perlengkapan jalan

ATA : rancangan rinci struktur akustik jalan

AS : rekayasa konstruksinya

Proses Perancangan Lanskap Jalan
Proses Perancangan Lanskap Jalan
sumber : https://www.ilmutekniksipil.com/landscape/proses-perancangan-lanskap-jalan

Air Kotor

Air Kotor

 Bak Kontrol Limbah

Air kotor adalah air yang tidak memenuhi persyaratan kesehatan untuk untuk kebutuhan minum, masak, mandi, dan energi. Air kotor merupakan air limbah dari sisa produksi aktifitas manusia. Air dapat dikatakan kotor jika mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :

  1. Secara fisik: berbau, warnanya keruh, berasa jika diminum.
  2. Secara kimia: memiliki kadar pH tinggi, memiliki kandungan mineral yang tinggi/miskin kandungan mineral.
  3. Secara mikrobiologi: terkontaminasi bakteri pantogen.

Sistem Penyaluran Air Limbah

Air limbah dari WC, kamar mandi dan dapur disalurkan melalui pipa yang dihubungkan dengan jaringan pipa air limbah menuju IPAL.

Penggalian dan pemasangan pipa air limbah menggunakan metode yang sudah memperhitungkan segala aspek yang berhubungan dengan keamanan dan ketidaknyamanan, sehingga gangguan yang mungkin ditimbulkan selama pelaksanaan pemasangan pipa dapat ditekan seminimal mungkin.

Beberapa metode yang diterapkan dalam konstruksi pemasangan pipa air limbah yaitu:

  • Sistem galian terbuka tanpa turap penahan.
  • Sistem galian terbuka dengan turap kayu/baja/sheeting plate.
  • Sistem “Jacking“, yang digunakan untuk perlintasan sungai, jalan yang padat lalu lintasnya dan galian yang dalam.

Pada pelaksanaan konstruksi diterapkan metode Clean Construction yaitu tanah bekas galian langsung dimuat ke dalam truck diangkut menuju stock yard (tempat penampungan).

Dry Installation Submersible Wastewater Pump

Wastewater pump atau pompa air kotor, atau yang biasa disebut pompa sump pit. Pompa wastewater biasanya dibagi-bagi menurut liquid yang akan dipompakan, dan umumnya yang membedakan pompa-pompa tersebut adalah impellernya.

Pompa wastewater paling umum yang dipergunakan adalah pompa untuk kolam ikan atau air mancur, biasanya pompa yang dipakai adalah pompa waste water yang kecil, bahkan karena pada umumnya pompa ini digunakan untuk kolam ikan, pompa ini lebih sering dinamakan pompa kolam ikan (padahal fungsi aslinya untuk penguras)

Ada juga pompa waste water yang kapasitasnya besar, pompa ini biasa dipakai untuk pompa banjir, lalu ada juga pompa wastewater yang menggunakan grinder, pompa wastewater jenis ini digunakan untuk liquid yang mengandung partikel-partikel lebih besar, sehingga perlu dihancurkan lebih dulu oleh cutter/grinder yang ada di pompa, sehingga kotorannya bisa dipompakan bersama dengan liquidnya.

Pompa wastewater biasanya memiliki kapasitas besar tetapi headnya kecil, karena biasanya pompa ini dioperasikan dengan mengerjar kapasitas bukan head.

Bak Kontrol Limbah
Bak Kontrol Limbah
Pump Sump Pit
Pump Sump Pit
Septic Tank
Septic Tank
sumber : https://www.ilmutekniksipil.com/utilitas-gedung/air-kotor

Jenis Kayu yang Sering Digunakan Sebagai Bahan Bangunan

Jenis Kayu yang Sering Digunakan Sebagai Bahan Bangunan

 Kayu Jati ok

Kayu merupakan bahan alami dengan corak yang indah. Kayu merupakan salah satu material yang sering dipakai dalam sebuah proyek atau bangunan. Mulai dari rumah sederhana sampai rumah mewah tidak lepas dari unsur kayu. Setiap kayu memiliki sifat dan ciri khasnya tersendiri, baik dalam segi keindahan serat, kadar air, keawetan, berat jenis, kerapatan, dan kekuatan. Oleh karena itu, untuk memilih kayu yang akan dipergunakan dalam sebuah proyek pembangunan, ada baiknya kita mengenal jenis dan ciri khas kayu yang sering digunakan sebagai bahan konstruksi bangunan. Tujuannya agar kita dapat mengetahui kayu yang cocok dengan kriteria dan spesifikasi yang kita inginkan.

Berikut ini beberapa jenis kayu yang sering digunakan sebagai bahan bagunan dan konstruksi bangunan.

Kayu Jati

Contoh Tekstur Kayu Jati

Kayu jati sering dianggap sebagai kayu dengan serat dan tekstur paling indah. Karakteristiknya yang stabil, kuat dan tahan lama membuat kayu ini menjadi pilihan utama sebagai material bahan bangunan. Termasuk kayu dengan Kelas Awet I, II dan Kelas Kuat I, II. Kayu jati juga terbukti tahan terhadap jamur, rayap dan serangga lainnya karena kandungan minyak di dalam kayu itu sendiri. Tidak ada kayu lain yang memberikan kualitas dan penampilan sebanding dengan kayu jati.

Harga kayu jati banyak dipengaruhi oleh asal dari daerah mana, ukuran dan kriteria batasan kualitas kayu yang ditoleransi, seperti: ada mata sehat, ada mata mati, ada doreng, ada putih. Penentuan kualitas kayu jati yang diinginkan seharusnya mempertimbangkan type aplikasi finishing yang dipilih. Selain melindungi kayu dari kondisi luar, finishing pada kayu tersebut diharapkan dapat memberikan nilai estetika pada kayu tersebut dengan menonjolkan kelebihan dan kekurangan kualitas kayu tersebut.

Kayu Kelapa

Kayu Kelapa Banyak Digunakan Sebagai Bahan Bangunan, Perabot dan Mebel

Kayu kelapa adalah salah satu sumber kayu alternatif baru yang berasal dari perkebunan kelapa yang sudah tidak menghasilkan lagi (berumur 60 tahun keatas) sehingga harus ditebang untuk diganti dengan bibit pohon yang baru. Sebenarnya pohon kelapa termasuk jenis palem. Semua bagian dari pohon kelapa adalah serat /fiber yaitu berbentuk garis pendek-pendek. Anda tidak akan menemukan alur serat lurus dan serat mahkota pada kayu kelapa karena semua bagiannya adalah fiber. Tidak juga ditemukan mata kayu karena pohon kelapa tidak ada ranting/ cabang. Pohon kelapa tumbuh subur di sepanjang pantai Indonesia. Namun, yang paling terkenal dengan warnanya yang coklat gelap adalah dari Sulawesi. Pohon kelapa di jawa umumnya berwarna terang.

Kayu Ulin

Kayu Ulin Termasuk Kayu yang Banyak Digunakan Untuk Bahan Bangunan Rumah, Kantor dan Gedung

Kayu ini banyak digunakan untuk bahan bangunan rumah, kantor, gedung, serta bangunan lainnya. Berdasarkan catatan, kayu ulin merupakan salah satu jenis kayu hutan tropika basah yang tumbuh secara alami di wilayah Sumatera Bagian Selatan dan Kalimantan.
Jenis ini dikenal dengan nama daerah ulin, bulian, bulian rambai, onglen, belian, tabulin dan telian.
Pohon ulin termasuk jenis pohon besar yang tingginya dapat mencapai 50 m dengan diameter samapi 120 cm, tumbuh pada dataran rendah sampai ketinggian 400 m. Kayu Ulin berwarna gelap dan tahan terhadap air laut.
Kayu ulin banyak digunakan sebagai konstruksi bangunan berupa tiang bangunan, sirap (atap kayu), papan lantai,kosen, bahan untuk banguan jembatan, bantalan kereta api dan kegunaan lain yang memerlukan sifat-sifat khusus awet dan kuat. Kayu ulin termasuk kayu kelas kuat I dan Kelas Awet I.

Kayu Akasia

Kayu Akasia Banyak Digunakan Sebagai Bahan Bangunan Maupun Bahan Mebel

Kayu Akasia mempunyai berat jenis rata-rata 0,75 berarti pori-pori dan seratnya cukup rapat sehingga daya serap airnya kecil. Kelas awetnya II, yang berarti mampu bertahan sampai 20 tahun keatas, bila diolah dengan baik. Kelas kuatnya II-I, yang berarti mampu menahan lentur diatas 1100 kg/cm2 dan mengantisipasi kuat desak diatas 650 kg/cm2. Berdasarkan sifat kembang susut kayu yang kecil, daya retaknya rendah, kekerasannya sedang dan bertekstur agak kasar serta berserat lurus berpadu, maka kayu ini mempunyai sifat pengerjaan mudah, sehingga banyak diminati untuk digunakan sebagai bahan konstruksi maupun bahan meibel-furnitur.

sumber : https://www.ilmutekniksipil.com/struktur-kayu/jenis-kayu-yang-sering-digunakan-sebagai-bahan-bangunan

Kereta Api

Kereta Api

 KERETA API

Kereta api merupakan salah satu moda transportasi yang dianggap ekonomis. Kereta api merupakan alat transportasi yang digerakan menggunakan tenaga gerak. Tenaga gerak tersebut dapat berupa tenaga uap, diesel maupun listrik.

Sejarah kereta api sama seperti sejarah alat transportasi umumnya yang diawali dengan ditemukannya roda. Mulanya dikenal kereta kuda yang hanya terdiri dari satu kereta (rangkaian), kemudian dibuatlah kereta kuda yang menarik lebih dari satu rangkaian serta berjalan di jalur tertentu yang terbuat dari besi (rel) dan dinamakan sepur. Ini digunakan khususnya di daerah pertambangan tempat terdapat lori yang dirangkaikan dan ditarik dengan tenaga kuda.

Setelah James Watt menemukan mesin uap, Nicolas Cugnot membuat kendaraan beroda tiga berbahan bakar uap. Orang-orang menyebut kendaraan itu sebagai kuda besi. Kemudian Richard Trevithick membuat mesin lokomotif yang dirangkaikan dengan kereta dan memanfaatkannya pada pertunjukan di depan masyarakat umum. George Stephenson menyempurnakan lokomotif yang memenangi perlombaan balap lokomotif dan digunakan di jalur Liverpool-Manchester. Waktu itu lokomotif uap yang digunakan berkonstruksi belalang. Penyempurnaan demi penyempurnaan dilakukan untuk mendapatkan lokomotif uap yang lebih efektif, berdaya besar, dan mampu menarik kereta lebih banyak.

Penemuan listrik oleh Michael Faraday membuat beberapa penemuan peralatan listrik yang diikuti penemuan motor listrik. Motor listrik kemudian digunakan untuk membuat trem listrik yang merupakan cikal bakal kereta api listrik. Kemudian Rudolf Diesel memunculkan kereta api bermesin diesel yang lebih bertenaga dan lebih efisien dibandingkan dengan lokomotif uap. Seiring dengan berkembangnya teknologi kelistrikan dan magnet yang lebih maju, dibuatlah kereta api magnet yang memiliki kecepatan di atas kecepatan kereta api biasa. Jepang dalam waktu dekade 1960-an mengoperasikan KA Super Ekspress Shinkanzen dengan rute Tokyo-Osaka yang akhirnya dikembangkan lagi sehingga menjangkau hampir seluruh Jepang. Kemudian Perancis mengoperasikan kereta api serupa dengan nama TGV.

Berikut ini adalah jenis-jenis kereta berdasarkan tenaga penggerak :

Kereta uap

Kereta api yang digerakan menggunakan tenaga uap disebut dengan kereta uap, kereta ini digerakkan dengan uap air yang dihasilkan dari ketel uap yang dipanaskan dengan kayu, batu bara, maupun minyak bakar.

Kereta diesel

Kereta api yang digerakkan dengan tenaga diesel disebut kereta diesel. Kereta diesel terbagi menjadi dua yaitu kereta diesel hidrolik dan kereta diesel listrik. Kereta api disel hidrolik adalah kereta api yang digerakan oleh diesel hdrolik dengan memanfaatkan transmisi hidrolik sebagai penerus tenaga dari mesin diesel ke roda kereta. Sedangkan kereta diesel listrik adalah kereta api yang digerakkan dengan diesel elektrik, sistem transmisi diesel elektrik mempunyai sebuah mesin diesel yang dihubungkan dengan generator elektrik, sehingga menghasilkan listrik yang digunakan sebagai sumber tenaga.

Kereta rel listrik

Kereta rel listrik merupakan kereta api yang digerakan dengan sistem propulsi motor listrik. Kelebihan dari kereta ini memang tidak menimbulkan polusi, tetapi apa bila terjadi pemadaman listrik kera api tipe ini tidak dapat beroperasi.

Kereta api pada umumnya terdiri dari lokomitif (kendaraan dengan tenaga gerak yang dapat berjalan sendiri) dan gerbong yang bergerak di atas rel. Rel merupakan struktur balok menerus yang diletakkan di atas tumpuan bantalan yang berfungsi sebagai penuntun/mengarahkan pergerakan roda kereta api.

Berikut ini adalah komponen penyusun rel kereta api :

  • Batang besi baja/ Rel

Batang rel terdiri dari 4 bagian :

  1. Permukaan Rel untuk pergerakan kereta api atau disebut sebagai running surface (rail thread),
  2. Kepala Rel (head),
  3. Badan Rel (web),
  4. Dasar Rel (base).

    Gambar bagiar rel kereta

Tipe rel yang sering digunakan di indonesia adalah R25, R33, R42 dan R54.

Maksud dari tipe- tipe tersebut adalah menjekaskan berat rata-rata rel dengan satuan kg/meter. Misalkan R25 artinya batang rel ini memiliki berat rata-rata 25 kg/meter. Makin besar “R”, makin tebal pula batang rel tersebut. Semakin besar “R”, maka makin besar axle load yang sanggup diterima oleh rel tersebut, dan KA yang melintas di atasnya dapat melaju pada kecepatan yang tinggi dengan stabil dan aman.

  • Bantalan Rel

Bantalan rel ini di pasang sebagai landasan rel. Bantalan rel bisa terbuat dai kayu, plat besi, dan beton bertulang.

Bantalan rel ini berfungsi sebagai :

  1. meletakkan batang rel,
  2. menjaga kelebaran trek (track gauge, adalah ukuran lebar trek rel. Indonesia memiliki track gauge 1067 mm) agar selalu konstan, dengan kata lain agar batang rel tidak meregang atau menyempit,
  3. menumpu batang rel agar tidak melengkung ke bawah saat dilewati rangkaian KA, sekaligus
  4. mentransfer axle load yang diterima dari batang rel dan plat landas untuk disebarkan ke lapisan batu ballast di bawahnya.

    Gambar bantalan rel kereta
  • Plat landas

Plat landas adalah plat tipis yang berbahan besi tempat diletakkannya batang rel sekaligus sebagai lubang tempat dipasangnya penambat. Fungsi plat landas adalah sebagai tempat perletakan batang rel,  lubang penambat, melindungi permukaan bantalan dari kerusakan karena tindihan batang rel, dan  mentransfer axle load yang diterima dari rel di atasnya ke bantalan yang ada tepat dibawahnya.

  • Penambat rel

Penambat rel merupakan pengikat rel ke bantalan. Ada dua jenis penambat rel yaitu penambat kaku dan penambat elastis. Penambat kaku adalah paku rel, mur, baut, sekrup, atau menggunakan tarpon yang dipasang menggunakan pelat landas. Penambat elastis dibuat untuk menghasilkan jalan rel KA yang berkualitas tinggi, yang biasanya digunakan pada jalan rel KA yang memiliki frekuensi dan axle load yang tinggi. Fungsi penambat rel adalah mengaitkan batang rel dengan bantalan yang menjadi tumpuan batang rel tersebut.

Gambar plat landas rel dan penambat rel
  • Plat besi penyambung

Merupakan plat besi dengan panjang sekitar 50-60 cm, yang berfungsi untuk menyambung dua segmen/potongan batang rel.

Gambar plat penyambung rel
sumber : https://www.ilmutekniksipil.com/teknik-lalulintas/kereta-api

Tipe Pemecah Gelombang

Tipe Pemecah Gelombang

Pada pembangunan pelabuhan terdiri dari beberapa bagian salah satunya adalah bangunan pemecah gelombang. Pemecah gelombang adalah sebuah bangunan yang berfungsi untuk memecah gelombang air laut sehingga mengurangi energi pada gelombang air laut. Gelombang yang menjalar mengenai suatu bangunan peredam gelombang sebagian energinya akan dipantulkan, sebagian diteruskan dan sebagian dihancurkan melalui pecahnya gelombang, kekentalan fluida, gesekan dasar dan lain-lain. Berkurangnya energi gelombang di daerah terlindung akan mengurangi pengiriman sedimen pada daerah tersebut.

Pemecah gelombang juga berfungsi untuk mengendalikan abrasi yang menggerus garis pantai dan juga untuk menenangkan gelombang pada kolam pelabuhan sehingga kapal dapat merapat dipelabuhan dengan lebih mudah.

Pengaturan letak pada pemecah gelombang ini adalah mulut pelabuhan tidak menghadap pada arah gelombang sehingga apabila gelombang datang membentuk sudut terhadap garis pantai yang dapat berakibat terjadinya pendangkalan akibat masuknya sedimen pada kolam pelabuhan.

Secara umum pemecah gelombang dibagi menjadi dua yaitu pemecah gelombang sambung pantai dan lepas pantai. Pada pemecah gelombang sambung pantai banyak digunakan pada perairan pelabuhan sedangkan pemecah gelombang lepas pantai adalah bangunan yang dibuat sejajar pantai dan berada pada jarak tertentu dari garis pantai, pemecah gelombang lepas pantai digunakan sebagai salah satu bentuk perlindungan pantai terhadap erosi.

Ada tiga tipe pemecah gelombang yaitu :

  • Pemecah Gelombang Sisi Miring

Pada pemecah gelombang tipe ini dibuat dari tumpukan batu alam yang dilindungi oleh lapis pelindung berupa batu besar atau beton dengan ukuran tertentu. Pemecah gelombang tipe ini bersifat fleksibel. Kerusakan yang terjadi karena serangan gelombang tidak secara tiba-tiba. Jenis lapis pelindung pemecah gelombang tipe ini adalah Quadripod, Tetrapod, Dolos.

Gambar pemecah gelombang sisi miring
  • Pemecah Gelombang Sisi tegak

Pemecah gelombang tipe ini ditempatkan di laut dengan kedalaman lebih besar dari tinggi gelombang. Pemecah ini dibuat apabila tanah dasar mempunyai daya dukung besar dan tahan terhadap erosi. Bisa dibuat dari blok-blok beton massa yang disusun secara vertikal, kaison beton, turap beton atau baja.

Syarat yang harus diperhatikan pada tipe pemecah gelombang sisi miring adalah:

  1. Tinggi gelombang maksimum rencana harus ditentukan dengan baik
  2. Tinggi dinding harus cukup untuk memungkinkan
  3. Pondasi dibuat sedemikian rupa sehingga tidak terjadi erosi pada kaki bangunan yang dapat membahayakan stabilitas bangunan

    Gambar pemecah gelombang sisi tegak
  • Pemecah Gelombang Campuran

Pemecah gelombang tipe ini dibuat apabila kedalaman air sangat besar dan tanah dasar tidak mampu menahan beban dari pemecah gelombang sisi tegak.

Ada tiga macam pertimbangan tinggi sisi tegak dengan tumpukan batunya :

  1. Tumpukan batu dibuat sampai setinggi air yang tertinggi, sedangkan bangunan sisi tegak hanya sebagai penutup bagian atas
  2. Tumpukan batu setinggi air terendah sedang bangunan sisi tegak harus menahan air tertinggi
  3. Tumpukan batu hanya merupakan tambahan pondasi dari bangunan sisi tegak
sumber : https://www.ilmutekniksipil.com/pelabuhan/tipe-pemecah-gelombang

Metode Pelaksanaan Pekerjaan Saluran Irigasi

Metode Pelaksanaan Pekerjaan Saluran Irigasi

 PEKERJAAN IRIGASI

Saluran irigasi merupakan bagian dari bendung yang berfungsi menyalurkan air dari bendung ke petak-petak sawah yang akan di aliri air. Berikut ini adalah pekerjaan irigasi secara umum :

  • Pekerjaan pokok adalah pembuatan saluran irigasi yang terdiri dari saluran induk, saluran sekunder saluran sub sekunder dan bangunan pengatur air
  • Lokasi pekerjaan sangat luas, karena panjang total saluran irigasi yang dibuat bisa mencapai puluhan kilometer
  • Pekerjaan dominan adalah pekerjaan tanah, berupa pekerjaan galian tanah, pekerjaan timbunan tanah atau kombinasi keduanya yaitu pekerjaan cut and fill
  • Pekerjaan akan padat peralatan berat dan sangat tergantung pada cuaca (musim hujan/musim kemarau)
  • Karena lokasi yang sangat luas, kemungkinan terjadi masalah sosial sangat besar

Urutan pelaksanaan pekerjaan irigasi

Pekerjaan persiapan

– Pembuatan temporary contractor’s fascilities, site office, ware house, work shop, open storage, staff quarter, labor house

– Bagian pengukuran

  • Pengukuran longitudinal section, untuk mencari trase saluran dan batas-batas pembebasan tanah
  • Pengukuran cross section, untuk mendesain elevasi saluran dan sebagai dasar perhitungan perhitungan volume pekerjaan tanah

– Pekerjaan mobilisasi alat berat

– Pekerjaan tanah

– Pekerjaan concrete lining

– Pekerjaan struktur bangunan pengatur air

– Pekerjaan jalan inspeksi

– Pekerjaan pintu air

Hal-hal yang perlu diperhatikan

  • Semaksimal mungkin menggunakan material galian untuk timbunan
  • Sebelum timbunan dilaksanakan, stripping dahulu permukaan humus/top soil agar tidak terjadi settlement
  • Dikerjakan dahulu semua struktur di lokasi timbunan, sebelum timbunan dilaksanakan, biasanya di lokasi timbunan terdapat drainage/box culvert
  • Dibuat mass hauling diagram agar jarak rata hauling bisa ditentukan dan agar kebutuhan jumlah dump truck bisa direncanakan
  • Jika jarak hauling terlalu jauh (lebih dari 5 km), agar dipertimbangkan material timbunan diambil dari borrow area terdekat

Pekerjaan tanah

  • Pekerjaan stripping, membuang top soil yang jelek, agar timbunan tidak mengalami penurunan
  • Pekerjaan timbunan, menimbun lokasi-lokasi sepanjag saluran yang rendah dengan tanah hasil galian atau dari borrow area
  • Pekerjaan galian, menggali lokasi-lokasi sepanjang saluran yang terlalu tinggi dan tanah hasil galian dibuang ke lokasi timbunan atau disposal area
  • Pekerjaan galian saluran, menggali dan membentuk saluran irigasi, setelah pekerjaan gali dan timbunmencapai rata datar meja
  • Pekerjaan trimming slope, menggali atau menambah tepian tanggul timbunan agar mencapai desain elevasi

    Gambar metode galian timbunan

Metode penggalian saluran sekunder

  • Dipasang profil pada jarak setiap 25 meter, sehingga operator alat berat mempunyai pedoman untuk penggalian saluran
  • Dilakukan stock spare parts terutama yang bersifat fast moving, antara lain selang hydraulics
  • Diadakan pengecekan elevasi dan hasil kerja alat setiap jarak 5 meter, sehinga jika terjadi kesalahan dapat langsung diperbaiki
    Gambar pekerjaan galian pada saluran sekunder

    Gambar pekerjaan galian saluran sekunder

Metode pelaksanaan pekerjaan lining concrete

  • Dibuat mal dari kayu balok dengan tebal sama dengan ketebaan concrete lining (8 cm)
  • Perataan permukaan dengan menggunakan pipa galvanis persegi, baru kemudian dengan sendok semen
  • Dibuat grup pekerja tersendiri, khusus untuk persiapan lahan cor, terutama untuk trimming tanah
  • Pengecoran dengan sistem papan catur

    Gambar pekerjaan lining concrete

Metode penggalian saluran sub sekunder

  • Dipasang profil pada jarak setiap 25 meter, sehingga operator alat berat mempunyai pedoman untuk menggali saluran
  • Bentuk bucket excavator diubah/disesuaikan dengan bentuk dan ukuran saluran (bentuk trapesium). Agar galian bisa presisi dan tidak banyak pekerjaan trimming slope.

    Gambar penggalian saluran sub sekunder
sumber : https://www.ilmutekniksipil.com/bangunan-air/metode-pelaksanaan-pekerjaan-saluran-irigasi